Shahih Bukhari

Kitab Shahih Bukhari merupakan kitab (buku) koleksi hadits yang disusun oleh Imam Bukhari yang hidup antara 194 hingga 256 hijriah. Kitab ini juga dikenal dengan al-Jami al-Musnad as-Sahih al-Mukhtasar min Umur Rasulilah SAW wa Sunanihi wa Ayyamihi.

Koleksi hadits ini di kalangan muslim Sunni adalah salah satu dari yang terbaik karena Bukhari menggunakan kriteria yang sangat ketat dalam menyeleksi hadits. Ia menghabiskan waktu 16 tahun untuk menyusun koleksi ini dan menghasilkan 2.602 hadits dalam kitabnya (9.802 dengan perulangan).

Syarat Bukhari

Imam Bukhari tidak menjelaskan secara gamblang metode seleksi hadits yang dipakai dalam menyusun kitabnya. Namun dilihat dari hadits-hadits yang dicantumkan dalam Shahih Bukhari dan dari pernyataannya dalam kitabnya yang lain, at-Tarikh al-Kabir, maka para ahli hadits menyimpulkan sebenarnya ada dua syarat:

  • Kualitas Rijal al-Hadits (para perawi hadits). Dalam masalah ini, Imam Bukhari hanya memilih hadits yang status perawinya tidak dikomentari jelek oleh para pakar hadits. Utamanya dalam hadits yang berkaitan dengan akidah atau dasar Islam. Kalaupun ada, tetapi komentar itu tidak berpengaruh. Sedangkan Imam Muslim juga mencantumkan hadits yang status perawinya diperselisihkan. Inilah alasan Shahih Bukhari lebih utama dari Shahih Muslim.

  • Ittishal as-Sanad (ketersambungan sanad [perawi hadits]). Sedangkan dalam masalah ini, Imam Bukhari menekankan murid mendengar langsung dari gurunya atau paling tidak bertemu walaupun hanya sekali. Ia tidak mencantumkan hadits mu'an'an (hadis yang di dalamnya ada perawi tidak dikenal). Kecuali jika berasal dari seorang perawi yang terbukti secara kuat telah mendengar dari gurunya. Sedangkan Imam Muslim tidak menetapkan syarat seketat ini.

Penomoran Hadits

Ada beberapa perbedaan dalam metode penomoran hadits-hadits dalam kitab Shahih Bukhari. Hal ini disebabkan pada awalnya Imam Bukhari memang tidak memberikan nomor dalam menyusun shahihnya. Penomoran diperkenalkan oleh peneliti hadits kontemporer untuk memudahkan pencarian.

Yang populer digunakan adalah metode penomoran Fuad Abdul Baqi (7563 hadits) yang dipakai dalam kitabnya Fath al-Bari, penomoran Dr. Al-Bigha (7124 hadits) dan penomoran al-Alamiyah (7003 hadits).


  1. Permulaan Wahyu

  2. Iman / Keyakinan

  3. Ilmu / Pengetahuan

  4. Wudhu

  5. Mandi

  6. Haid / Menstruasi

  7. Tayamum

  8. Sholat

  9. Waktu-Waktu Sholat

  10. Adzan

  11. Sholat Jum'at

  12. Sholat Dalam Keadaan Takut (Sholat Khauf)

  13. Dua Hari Raya

  14. Sholat Witir

  15. Istisqa

  16. Gerhana

  17. Sujud Saat Membaca Alqur'an

  18. Mempersingkat Sholat (Qashar)

  19. Sholat Tahajud

  20. Keutamaan Sholat Di Masjid Makkah Dan Madinah

  21. Tindakan Saat Sholat

  22. Kelupaan Dalam Sholat

  23. Pemakaman Jenazah

  24. Zakat

  25. Haji (Ziarah)

  26. Umrah (Ziarah Kecil)

  27. Batas Peziarah

  28. Hukuman Berburu Saat Berziarah

  29. Kebajikan Madinah

  30. Puasa

  31. Sholat Malam Ramadhan (Tarawih)

  32. Kebajikan Malam Lailatur Qadar

  33. Berdiam Di Masjid Untuk Mengingat Allah (Itikaf)

  34. Penjualan Dan Perdagangan

  35. Jual Beli (As-Salam)

  36. Asy-Syuf'ah

  37. Al-Ijarah (Sewa Menyewa Dan Jasa)

  38. Pengalihan Hutang Dari Satu Orang Ke Orang Lain (Al-Hawalah)

  39. Kafalah

  40. Al-Wakalah (Perwakilan)

  41. Pertanian

  42. Al-Musaqah (Mengairi Tanaman)